Cewe, iya cewe, setelah denger kata itu mungkin akan terlintas di otak kalian mahluk berkulit halus berparas cantik dan ber hati mulia bak bidadari yang terjatuh dari sumur patah tulang gagar otak dan mati konyol. tapi ada juga di antara kalian yang sehabis mendengar kata itu langsung terbayang sesosok orang yang kalian sayangi, muncul perasaan rindu yang meluap sebersit pikiran ingin menanyakan keadaanya sekarang, "hai.. apa kabar ? :)" satu pesan singkat sudah tertulis di layar ponsel, tombol 'send' sudah pas berada di bawah jempol, satu langkah ringan untuk kembali memulai semuanya.
Semakin tombol itu kalian pencet, semakin berhamburan juga kenangan-kenangan terakhir yang kalian lakukan,, seakan tombol 'send itu berubah menjadi tombol 'rewind' pada remot dvd. teringat percakapan terakhir yang kalian lakukan, begitu penuh nafsu, belenggu amarah menyelimuti pikiran yang dingin, menyebabkan pertengkran tanpa jalan keluar, sakit yang menusuk dan rasa sesal tanpa ujung,, sekarang bagian tombol 'clear' yang sudah sejak tadi terpencet, kenceng. close message tekan tombol merah yang lama sampai benar-benar tidak ada cahaya yang keluar dari ponsel, tiduran meluk guling baru deh mikir.
Ada lagi, cewe yang diem-diem kita sayang kita suka besok berulang tahun. Udah dari sebulan sebelumnya mikirin hadiah apa yang dia suka, apa yang kira-kira bisa bikin dia seneng, dengan harapan bisa memberikan sesuatu yang spesial di harinya yang spesial nanti, Seberset luka di hati ketika inget kalo dia uda punya seseorang yang spesial di hatinya, dan bukan kita. lu langsung ngerasa jadi orang paling bego se jagat.
Boneka sincan yang sudah terbalut rapih dengan kertas kado putih bertuliskan "selamat ulang tahun" akirnya menjadi barang terakir yang masuk ke dalam tas, pelan-pelan banget biar ga rusak. Jarak ratusan kilo pun kita tempuh hanya untuk menuju tempat kediamanya, sampai-sampai rela tidak makan dan masuk angin agar ga kehilangan moment ulang tahunya
Sampe di depan rumahnya dengan muka kucel ga karuan baju pada basah ke timpa ujan di jalan, dia pun keluar. damai dan hangat yang kita rasain ketika dia berada tepat di depan kamu, tapi seketika juga prasaan gugup yang membungkus mulut sehingga ga semua kata-kata yang pikirin dijalan tadi keluar semua dengan lancar, hanya percakapan pendek yang terjadi di malam itu. lalu pulang, penuh kekecewaan dan penyesalan, pasrah pada kenyataan kalo kita emang bukan siapa-siapa di hatinya.
sehari setelah itu saat cek hp ada message dari dia, seneng banget rasanya muskipun cuma bilang makasih, saat masuk sekolah pun masi banyak yang ngomongin ulang tahun dia. Selewat kabar angin ternyata pacarnya ngajak dia ke suatu tempat dang ngasi se buket bunga di situ. Sesal kembali datang kenapa cuma ngasi hadiah murahan ke dia, sebagai cowo sejati harus tetep senyum muskipun hati rasanya uda luntur menjadi pertikel-partikel air mata.
twitter: @ridoilah